Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mesakh Mella: Saya Bangga Masyarakat Dusun D Desa Kesetnana Hidup Bergotong Royong

Avatar photo

SOE-Flobamora-news.com – Masyarakat Dusun D Desa Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam kalangan bermasyarakat. Pasalnya kegiatan tersebut  guna membuka akses jalan baru yang menghubungkan dusun A dan dusun B di desa. Saya bangga dengan dihidupkan kembali kebersamaan ini. Hal ini disampikan oleh Mesakh Mella di lokasi kerja jalan baru pada, Minggu (24/7/2022).

Kegiatan gotong royong ini sudah mulai berlangsung pada tanggal 26 Pebruari 2022 dan dipimpin dan dikoordinir oleh tokoh adat atau orang yang dituakan oleh masyarakat Oenunu dusun A dan melibatkan semua masyarakat dusun D Oenunu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kerja membuka akses jalan baru ini berlangsung setiap hari minggu pukul 16:00 Wita dan hari ini diawasi juga oleh pemilik tanah ulayat Bijoba selaku pemegang pilu (Destar/ikat kepala) kerajaan di wilayah Bijoba, Mesakh Mella ikut memantau di lokasi mengatakan bahwa, saya bangga dengan apa yang dilakukan oleh masyarakan Dusun D.

“Saya bangga dengan tokoh adat Oenunu  Yohanis Mella yang membangkitkan kembali semangat gotongroyong. Hal ini tidak semua orang bisa atau mampu melakukannya dengan mengumpulkan masyarakat untuk kerja gotongroyong”, ujar Mesakh.

“Menyangkut dengan membuka akses jalan baru ini, ada pihak lain yang keberatan dan melapor ke saya bahwa jalan yang sementara dikerjakan melewati lahannya. Namun ketika melakukan kros cek tidak benar dan sesungguhnya jalan ini melewati tanah Ulayat atau tanah adat milik keluarga Mella. Lagi pula ini untuk kepentingan umum. Saya sangat mendukung akan kegiatan ini dan harus kita tiru sehingga jangan semua kegiatan yang ada di wilayah atau desa, kita bebankan kepada pemerintah”, cetus Mesakh.

Sementara itu tokoh adat Yohanis Mella, kepada media ini bahwa kegiatan ini untuk mebuka jalan baru bertujuan untuk menghubungkan dusun A dan dusun D serta menjawab keluhan masyarakat yang awalnya tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.