Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Richard Riwoe: Pemprov NTT Seharusnya Beri Dukungan Dana, Bukan Doa Restu Saja

Avatar photo

JAKARTA, Flobamora-news.com – Saya sesalkan 50 atlet catur yang datang dan mengikuti kejurnas ke-49 di Jakarta Pusat hanya dukungan doa saja tanpa ada dukungan dana dari pemerintah provinsi dan ini adalah sebuah kelemahan pemerintah dari dulu serta kurangnya dukungan pemerintah, bagaimana untuk melahirkan generasi-generasi yang bisa diorbitkan secara nasional. Hal ini disampaikan oleh Pembina Percasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Johanis Richard Riwoe pada, Jumat (17/3/2023).

Ia mengatakan, ada acara percasi NTT yang mengharumkan nama NTT dari sejumlah besar generasi pemuda untuk bertarung secara nasional tapi kenapa tidak ada sumbangsihnya. Hal ini yang patut saya pertanyakan sebenarnya NTT ini pemimpinnya mau mengorbitkan pribadinya sendiri atau menonjolkan putra-putri NTT yang berprestasi ke tataran nasional, dan ini menjadi pertanyaan dan tantangan terbesar buat pemerintah provinsi NTT.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya secara pribadi sangat menyesalkan tindakan dan respon Pemprov NTT. Karena sudah sejak dari dulu ketika generasi-generasi muda yang kita orbitkan tapi tidak ada sumbangsih dari pemerintah wah ini bagaimana?. Sedangkan kalau untuk acara pribadi atau pesta pora, ko ada dananya. Salah satu contoh yaitu dulu pada saat akhir tahun ada covid -19 di Labuanbajo pesta ada duitnya, tapi disaat kita mau orbitkan generasi muda yang berprestasi untuk tataran nasional dan mengharumkan nama NTT kenapa duitnya tidak ada”, tegas Richard.

Pemerintahan kedepan, jangan berpikiran kampungan lagi, karena ini bukan jamannya pribadimu di puaskan, dan janganlah juga mengutamakan kepentingan pribadi dari pada kepentingan umum, karena sesungguhnya NTT adalah milik kita bersama. Sudah saatnya kita tinggalkan model-model kampungan seperti itu”, ujarnya.

“Selebihnya itu para pejabatkan punya duit, seharusnya secara pribadi tersentuh hatinya dong, ini malah ada yang tersentuh tapi ada juga yang sama sekali tidak tersentuh hatinya, padahal sudah diinformasikan. Kalau tidak bisa memberi sumbangsih ya mau bilang apa lagi”, ujarnya.

“Seharusnya memberi sumbangsih secara pribadi dong, karena semestinya yang kuat wajib menolong yang lemah, dan para atlet yang dibawa ke kejurnas adalah bukan anak-anak orang kaya tapi mereka dari latar belakang ekonomi yang lemah. Pemprov NTT harus buka mata, buka telinga dan buka hatinya untuk melihat, mendengar, melayani, mendukung dan mendorong generasi muda yang berprestasi, tanpa melihat dia itu anak kandung kita atau bukan”, ujarnya.

Dengan tegas Richard Riwoe mengatakan kalau kita semua sepakat untuk berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing, maka ayolah sama dong? Jangan kepentingan pribadi mu yang kamu tonjolkan dan mengabaikan kepentingan umum.

“Saya sangat mengapresiasi generasi kita yang berprestasi dan yang tak kalah tandingnya dengan para atlet yang lain. Yang menjadi pertanyaan besar bahwa generasi kita adalah generasi bagus dan memiliki kualitas sehingga dana dari pemprov menjadi tanda tanya. Karena kalau tanpa dana, anak sepintar dan sehebat apa pun tidak akan muncul kalau tidak didukung dengan dana, dan hari ini ada 12 peserta catur yang berprestasi telah mengharumkan nama NTT di mata Indonesia”, pungkas Richard.

Peserta Catur asal Provinsi Nusa Tenggara Timur Panen Gelar pada Kejuaraan Nasiaonal Catur ke-49 di Jakarta pusat tahun 2023, hal ini disampaikan oleh Ketua Percasi NTT Jon Salmun Saragih, S.H ketika usai pertandingan catur klasik pada sabtu (18/03/2023) di gedung JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat.

Sementara itu Ketua Percasi NTT, Jon Saragih mengatakan bahwa peserta catur berjumlah 49 diantaranya 35 atlet dan 14 peserta pelatihan wasit dan pelatihan pelatih. Selanjutnya atlet catur klasik yang menyandang gelar Master Nasional (MN) Satu orang atas nama, Frakam Master asal Kota Kupang, dan Master Percasi (MP) Dua orang atas nama Stefen Banunaek asal Kabupaten TTS dan Hans Lao, Master Percasi (MP) asal Kota Kupang.